CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 28-12-2020 17:38:44

Ketika hendak memutuskan dalam membeli properti sebagai hunian, pertanyaan ini seringkali terlintas di benak setiap orang, dengan nilai yang sama, lebih baik pilih rumah tapak di kota penyanggah atau apartemen di Jakarta. Referensi masyarakat Indonesia akan rumah tapak memang masih dibilang tinggi. Namun, yang jadi pertimbangannya adalah saat ini ketersediaan rumah tapak di Jakarta yang dekat pusat aktivitas harian sudah mulai menipis. Jika ada pun pasti harganya selangit. Jadi jika ingin memiliki rumah tapak kita harus bergeser ke di kota penyangga seperti Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi.

Kebanyakan dari kaum urban profesional usia produktif yang membeli rumah tapak di kota penyangga dikarenakan harganya yang masih cukup terjangkau, mengaku bahwa pada akhirnya rumah tidak ditinggali. Alasannya karena akses menuju pusat aktivitas harian di tengah kota yang sulit. Terlebih lagi untuk mencapai pusat kota dari rumah diperlukan waktu tempuh 4 – 6 jam pergi pulang  dan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi ditambah dengan kemacetan jalan yang sangat menguras energi dan menimbulkan kelelahan psikologis.

Hal ini dapat terjadi karena perkembangan pembangunan hunian yang tidak diimbangi dengan perkembangan kota penyangga. Akses yang sulit tersebut juga tidak hanya berpengaruh pada kehidupan pemilik properti melainkan juga nilai investasi propertinya. Tingkat okupansi dan jumlah captive market rendah akan membuat properti sulit dijadikan sumber pendapatan pasif.

Sementara apartemen, yang sifatnya sebagai bangunan vertikal, lebih banyak tersedia di dekat pusat bisnis dan komersial Jakarta. Perjalanan lebih singkat dan lebih efisien waktu. Pertimbangan terkait lokasi kegiatan harian ini penting agar jangan sampai salah strategi memilih hunian. Harus memiliki mindset bahwa hunian yang dibeli harus bisa ditinggali dan mendukung kegiatan sehari-hari juga. Selain apartmen menjadi hunian pribadi para profesional dan millennial Jakarta,  apartmen juga cocok bagi masyarakat yang berdomisili dekat dengan aktivitas kesehariannya.